The Sunda megathrust is curviplanar, forming an arc in map view and, at least in Sumatra, increasing in dip from 5°-7° near the trench, then increasing gradually from 15°-20° beneath the Mentawai Islands to about 30° below the coastline of Sumatra.[2].
Zona subduksi Sunda (bahasa Inggris: "Sunda Megathrust") adalah patahan aktif besar yang memiliki luasan sekitar 5.500 km dari Myanmar di utara, menuju ke barat daya wilayah Sumatra, dan berlanjut ke selatan Jawa dan Bali sebelum berakhir dekat Australia.
Maka, waspadalah dengan gempa dari megathrust Selat Sunda, tanpa panik berlebihan tentunya.
Setelah gempa Selat Sunda dengan magnitudo (M) 6,6 mengguncang Jakarta kemarin, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi gempa besar dari patahan megathrust di Selat Sunda.
Indonesia dikepung sejumlah segmen megathrust yang bisa meledak kapan pun.
Para ilmuwan merasakan Megathrust Nankai senasib dengan Seismic Gap Megathrust Selat Sunda (M8,7) dan Megathrust Mentawai-Siberut (M8,9).
Sejumlah lembaga memprediksi Selat Sunda berpotensi mengalami gempa bumi besar atau megathrust hingga magnitudo 8,7. Prediksi ini berdasarkan pemodelan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)...
A: Megathrust Selat Sunda mengacu pada potensi gempa bumi besar yang terjadi di zona subduksi di bawah Selat Sunda, yang dapat memicu tsunami dahsyat di sepanjang pantai Jawa dan Sumatera.
Amien menambahkan, Selat Sunda dan Mentawai-Siberut disebut memiliki potensi karena memiliki track record dari zaman dulu.
Pertanyaan apakah ancaman megathrust Selat Sunda akan segera "meledak" adalah pertanyaan yang kompleks dan tidak memiliki jawaban pasti.